Pengumpan:
Tulisan
Komentar

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuhu.
Berangkat dari keinginan untuk sebanyak mungkin mencegah perbuatan keji dan mungkar, saya pun ikut aktif membantu guru saya, ustadz Abu Sangkan, dalam menyebarkan shalat khusyu’. Lebih lanjut, saya memberanikan diri untuk membuka pintu rumah bagi orang-orang yang datang untuk mempelajari shalat khusyu’. Saya sendiri sebetulnya tidak memiliki ilmu agama yang memadai. Belum pernah mengikuti pesantren, pengetahuan agama saya peroleh dari membaca dan mengikuti beberapa kegiatan pengajian. Saya juga bukan orang yang pandai berbicara. Saya adalah orang yang sering tergagap-gagap dan cepat kehabisan bahan jika harus berbicara sendiri. Untunglah, orang-orang yang datang ke rumah umumnya adalah para “pencari” sehingga berbagi pengalaman spiritual dengan mereka menjadi pembicaraan yang mengasyikan.
Pelahan tapi pasti, melalui tahap trial and error yang cukup panjang, akhirnya saya mulai menemukan format pelatihan shalat khusyu’ yang ringkas untuk diterapkan di rumah. Kegiatan halaqah akhirnya terselenggara secara rutin setiap Jum’at malam di rumah pun. Pelatihan tersebut merupakan kompilasi atas pemahaman saya dari pelajaran shalat khusyu’, makrifat dan hakekat yang telah saya terima dari ustadz Abu Sangkan. Keterbatasan kemampuan bicara, ilmu agama dan waktu, membuat saya harus memilih dan meracik pelajaran-pelajaran tersebut agar sesuai dengan kemampuan yang saya dalam menyampaikannya ke orang lain.
Dalam pertemuan pertama, biasanya saya hanya mengajarkan bagaimana kita bersikap ketika datang menghadap Allah. Saya hanya menggunakan dalil yang sudah diketahui bersama, yaitu rukun shalat. Ayat Al-Qur’an, hadits dan ketentuan fikih lainnya yang saya sampaikan, bisa dikatakan hampir semua orang sudah pernah mendengarnya. Saya hanya mengajak orang untuk memahaminya dari sisi yang berbeda lalu mencoba mempraktekkannya bersama dan merasakan perbedaan hasilnya. Karena itu, saya memberikan porsi yang cukup besar kepada latihan-latihan. Agar dengan penjelasan yang sedikit, orang sudah dapat memahami apa yang saya maksudkan tanpa perlu menjelaskannya secara panjang lebar.
Alhamdulillah dengan cara-cara tersebut, dalam pertemuan pertama yang memakan waktu sekitar 1,5 – 2 jam, umumnya orang telah mulai memahami dasar-dasar shalat khusyu’ dan merasakan nikmatnya shalat berjamaah yang dilakukan setelah latihan. Selanjutnya shalat mereka mulai berubah. Shalat khusyu’ mulai dapat dilakukan sendiri meskipun mungkin belum stabil dan durasinya pendek.

Dalam kesempatan ini, saya mencoba menuliskan materi pelatihan shalat khusyu’ yang biasanya saya sampaikan tersebut, termasuk latihan-latihan yang perlu dilakukan.
Membaca tulisan tentu berbeda dengan mengikuti pelatihan secara langsung. Dalam pertemuan langsung, saya bisa melihat langsung respon peserta dan memberikan koreksi apabila ada kesalahan dalam praktek. Dan yang lebih penting, memberikan motivasi untuk mencapai ketundukan hati jiwa yang diperlukan dalam shalat khusyu’. Karena itu, self motivation dalam bentuk keinginan yang kuat untuk mendekatkan diri kepada Allah dan kesungguhan dalam melakukan latihan-latihan yang ada dalam buku ini sangat penting untuk dapat memahami apa yang saya sampaikan. Mudah-mudahan apa yang saya sampaikan dapat mudah diikuti dan bermanfaat kita semua.
Jika ada komentar atau kesalahan dalam terhadap tulisan ini, mohon dapat menyampaikannya melalui email : mardibros@gmail.com. Mungkin tidak semua email sempat saya balas, harap maklum. Anda juga dapat mengikuti diskusi shalat khusyu’ di milis Dzikrullah dengan mendaftar di http://groups.yahoo.com/group/dzikrullah atau melalui www.dzikrullah.com. Dapat pula bertanya dan mengikuti tuntunan langsung dengan mendatangi halaqah-halaqah shalat khusyu’ yang sebagian alamatnya ada di bagian belakang buku ini.
Selamat membaca.
Wassalamu’alaikum wr. wb.

BAB I

FGDFGFNILAI-NILAI PENDIDIKAN ISLAM
(ANALISIS KANDUNGAN SURAT AL-ASHR)

A. Latar Belakang
Dewasa ini karena manusia sedang menghadapi perubahan yang begitu cepat yang timbul sebagai dampak dari kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, kajian-kajian dan telaah-telaah mengenai konsep pendidikan, tinjauan pendidikan dan hal-hal yang mendukung terlaksananya proses pendidikan menjadi tetap menarik untuk didiskusikan. Apalagi jika hal tersebut didasarkan pada asumsi bahwa segala problem itu berpangkal dari upaya penerapan konsep pendidikan yang mampu mendorong progresifitas ilmu pengetahuan.
Al-Qur’an sebagai kumpulan wahyu terakhir memberikan perhatian yang serius terhadap masalah pendidikan, Karena kitab suci ini diturunkan untuk kepentingan dan kebahagiaan manusia sendiri. Sebagaimana yang menjadi tujuan Al-Qur’an memberikan jawaban terhadap pertanyaan sentral tentang arah perilaku manusia dalam kehidupan kolektif mereka “bagaimana saya seharusnya berperilaku dalam kehidupan ini?” corak perilaku manusia sepenuhnya ditentukan oleh pandangan moralnya, dan moral ini menurut Al-Qur’an mungkin menjadi solid bila ia didasarkan pada nilai-nilai transendental keNabian. Mencari landasan moral diluar itu sudah pasti akan mencemari fitrah, karena itu berarti melepaskan nilai kesucian yang paling asasi. Sebab hakekatnya Al-Qur’an merupakan sekenario dari tuhan sebagai garis yang dilakukan dalam kehidupannya guna menjadi kholifah yang terbaik dimuka bumi ini.
Pendidikan yang terjadi saat ini merupakan hasil dari kebijaksanaan politik pemerintah. Yakni pendidikan yang bersifat dan berideologi meterialisme-kapitalis. Ideologi pendidikan yang demikian ini memang secara teoritis tidak nampak, akan tetapi secara obyektif merupakan realitas yang tidak dapat dibantah lagi. Materialisme atau proses yang menjadikan semua yang bernilai materi telah mempengaruhi segala sendi sistem pendidikan , termasuk sistem pendidikan Islam. Sendi-sendi yang dimasuki bukan hanya materi pelajaran, pendidik, peserta didik, manajemen, lingkungan, akan tetapi juga tujuan pendidikan itu sendiri. Jika tujuan telah mengarah kepada hal-hal yang bersifat materi, maka apa yang diharapkan dari proses pendidikan tersebut?
Setiap manusia menurut Al-Qur’an diperintahkan untuk berfikir, menela’ah serta memahami isi A-Qur’an seperti yang diperintahkan dalam surat Muhammad (47.24) yang artinya: apakah mereka tidak memperhatikan Al-Qur’an ataukah hati mereka terkunci?
Pemahaman seseorang terhadap suatu masalah bukan hanya ditentukan oleh tingkat kecerdasannya tapi juga oleh latar belakang pendidikannya, tingkat pengetahuannya dan pengalamannya serta kemampuan memetik buah dari peristiwa yang lalu, masa kini dan penemuan ilmiah. Karenanya cara berfikir dari hasil pemikiran orang terdahulu tidak mutlak sama dengan cara dan hasil pemikiran kita masa kini. Pemaknaan dan pemahaman Al-Qur’an yang terus berkembang seiring dengan inovasi-inivasi baru dalam segala bidang yang ditelurkan sebagai tuntunan dari perubahan zaman.
Termasuk bidang pendidikan, karena bagaimana juga setiap upaya formulasi pemikiran dalam hal ini bidang pendidikan, terlebih lagi bila dikaitkan dengan upaya interpretatif terhadap wahyu sudah barang tentu harus terus mengalami pembaharuan. Metode penyampaian pendidikan harus terus kita koreksi dan wahyu-wahyu tuhan terus kita gali pemaknaannya sampai kita menemukan yang terbaik dan paling pas dizaman ini.
Persoalannya, pendidikan belakangan ini terasa kurang mengarah kepada pembentukan insan kamil, manusia sempurna. Pendidikan kurang menekankan adanya keseimbangan antara aspek spiritual dengan intelektual, antara kebenaran dan kegunaan dalam diri manusia itu sendiri. Sehingga membentuk manusia yang individualis, materealis dan pragmatis. Hal ini akan menimbulkan akibat yang kuat menindas yang lemah, yang berwenang berbuat sewenang-wenang dan yang berkuasa bertindak tanpa dosa dan siksa. Adapun penyebab utama adalah adanya paham sekuler yang dengan sengaja melalui sains modern masuk kedalam system pendidikan yang oleh sosiolog modern itu diartikan sebagai pembebesan manusia dan sikap religius. Kondisi ini akan berlangsung terus apabila kita mau menyadari bahwa hal ini tidak segera diadakan perubahan.
Ada yang harus kita kaji tentang surat Al-Asr, yang disana sebenarnya telah mengandung sebuah konsep kehidupan yang spesifik terkandung proses pendidikan. Bahkan oleh Imam Syafi’i mengatakan “Seandainya umat Islam memikirkan kandungan surat ini, niscaya (petunjuk-petunjuknya) mencukupi mereka”. Konsep yang dikandungnya yang terpenting ada empat point yaitu: beriman, beramal sholeh, saling menasehati dalam kebenaran dan saling menasehati dalam kesabaran. Ada sebuah proses dalam urutan pointnya yang menjadi keberhasilan sebuah proses pendidikan. Dan pada point ketiga dan keempat menunjukkan proses saling menasehati. Dimana menasehati merupakan salah satu metode pendidikan, yang dalam hal ini bisa dilakukan siapa saja. Artinya strata antara pendidik dengan terdidik lebih dihilangkan, sehingga pendidikan dengan cara ini lebih halus mengena. Hal ini yang akan bisa menjadikan pendidikan lebih baik atau sebaliknya.

Di era sekarang ini, dimana proses informasi begitu cepat dan global membuat manusia cenderung lupa dan mudah terlena, maka menasehati dalam kebenaran dan kesabaran dalam bentuk dan kemasan apapun menjadi kebutuhan sehari-hari agar manusia kembali dalam kebenaran dan menjalani hidup dengan sabar. Bahkan pada zaman sahabatpun metode ini sudah sangat lazim. Diriwayatkan oleh Abu Muzaimah Ad Darimy, seorang sahabat bahwa para sahabat nabi apabila berjumpa, maka mereka mambaca surat Al-Asr dengan maksud mengingatkan. Kemudian masing-masing memberi salam. Seiring dengan perkembangan teknologi, harusnya kita mampu mengemas nasehat itu kedalam media-media yang inovatif dan dirasa dapat mengena.

B. Rumusan Masalah
Berpijak dari pembahasan masalah tersebut diatas, kami rumuskan masalah sebagai berikut:
a. Apa motif dan inti kandungan surat Al-Ashr
b. Bagaimana Pendidikan dalam perspektif surat Al-Ashr
C. Tujuan Penelitian
Adapun yang menjadi tujuan dalam penelitian ini adalah :
a. Untuk mengetahui motif dan inti kandungan surat Al-Ashr
b. Untuk mengetahui Pendidikan dalam perspektif surat Al-Ashr

D. Manfaat Penelitian
Adapun manfaat dalam penelitian ini adalah :
a. Secara aplikatif
Dapat dimanfaatkan sebagai wacana baru dalam pemahaman sebuah surat dalam Al-Qur’an berkaitan dengan pendidikan
b. Secara Akademis
Sebagai sumbangan untuk memperkaya khasanah ilmiah tentang kandungan isi Al-Qur’an terutama surat Al-Asr dan dapat digunakan untuk mengisi perpustakaan.

E. Landasan Teori
Sebagaimana diketahui bahwa manusia adalah sebagai kholifah Alloh di alam. Sebagai khalifah maka manusia mendapat kuasa dan wewenang untuk melaksanakannya. Dengan demikian, pendidikan merupakan urusan hidup dan kehidupan manusia merupakan tanggung jawab manusia itu sendiri. Untuk mendidik diri sendiri manusia harus memahami dirinya sendiri. Apa hakekat manusia, bagaimana hakekat hidup dan kehidupannya. Apa tujuan hidupnya dan apa pula tugas hidupnya.
Menurut Imam Al Ghazali, tujuan pendidikan yaitu pembentukan insan paripurna, baik di dunia atau di akhirat. Menurut Imam Al Ghazali pula manusia dapat mencapai kesempurnaan apabila mau mencari ilmu dan selanjutnya mengamalkan fadhilah melalui ilmu pengetahuan yang dipelajarinya. Fadhilah ini selanjutnya dapat membawanya untuk dekat kepada Alloh dan akhirnya membahagiakannya hidup didunia dan akhirat.
Harus kita ketahui bahwa Al-Qur’an adalah sumber segala macam ilmu pengetahuan, Alloh SWT menaruh padanya perkara segala urusan, Alloh menjelaskan padanya segala petunjuk kebenaran, karennya kita melihat setiap orang yang mempunyai ilmu pasti berpegang padanya dan hanya mengambil ilmu darinya.
Maka dari itu ada yang harus kita kaji tentang surat Al-Asr, yang disana sebenarnya telah mengandung sebuah konsep kehidupan yang spesifik terkandung proses pendidikan. Bahkan Imam Syafi’i mengatakan “Seandainya umat Islam memikirkan kandungan surat ini, niscaya (petunjuk-petunjuknya) mencukupi mereka”. Konsep yang dikandungnya yang terpenting ada empat point yaitu: beriman, beramal sholeh, saling menasehati dalam kebenaran dan saling menasehati dalam kesabaran. Ada sebuah proses dalam urutan pointnya yang menjadi keberhasilan sebuah proses pendidikan. Dan pada point ketiga dan keempat menunjukkan proses saling menasehati. Dimana menasehati merupakan salah satu metode pendidikan, yang dalam hal ini bisa dilakukan siapa saja.
F. Metode Penelitian
Pengetahuan yang diperoleh dengan pendekatan ilmiah diperoleh melalui penelitian ilmiah dan dibangun diatas teori tertentu. Teori itu berkembang melalui penelitian ilmiah, yaitu penelitian yang sistematik dan terkontrol berdasar atas data empiris. Teori itu dapat diuji dalam hal keajegan kan kemantapan internalnya. Artinya jika penelitian ulang dilakukan orang lain menurut langkah-langkah yang serupa pada kondisi yang sama akan diperoleh hasil yang ajeg. Yaitu hasil yang sama atau hampir sama dengan hasil terdahulu. Pendekatan ilmiah akan menghasilkan kesimpulan yang serupa bagi hampir setiap orang, karena penelitian tersebut tidak diwarnai oleh keyakinan pribadi, bias, dan perasaan. Cara penyampaiannya bukan subjektif melainkan objektif.
1. Pola dan Jenis Penelitian
Dalam hal ini penulis mencoba meneliti dan mengkaji isi kandungan dari Al-Qur’an Surat Al-Ashr dengan menggunakan Kajian Pustaka, yaitu penampilan argumentasi penalaran keilmuan yang memaparkan hasil kajian pustaka dan hasil olah pikir peneliti mengenai suatu masalah atau topik yang didalamnya memuat beberapa gagasan yang berkaitan yang harus didukung oleh data yang diperoleh dari perputakaan.
Ditinjau dari jenisnya maka penelitian ini dapat dikatakan penelitian kepustakaan. Dari peristilahan diatas dapat dikatakan pula bahwa penelitian ini merupakan penelitian yang lebih berorientasi pada penggalian data atau tepatnya referensi berasal dari hasil karya ilmiah atau karya tulis yang ada sebelumya.
2. Metode Pengumpulan Data
Metode pengumpulan data dari hal-hal yang akan dibahas ataupun teori-teori yang akan digunakan dalam perumusan data dimaksud yang kemudian disimpulkan. Data ini dapat berupa transkip, catatan, surat kabar, majalah, prasasti, dan sebagainya. Skripsi ini menggunakan metode pengumpulan dokumentasi.
3. Metode Analisis Data
Analisis data adalah proses penyederhanaan data kedalam bentuk yang mudah dibaca dan di interprestasikan.
Metode yang lebih mengedepankan pada pengungkapan aspek esensi dari beberapa preposisi yang ada. Metode ini merupakan watak dari peninjauan dari berbagai teori dan analisis kritis tentang konsepsi-konsepsi yang ada dan membuat pemahaman baru terhadap realitas.
Metode analisis data dalam skripsi ini menggunakan content analisis. Conten analisis merupakan analisis ilmiah tentang isi dan pesan suatu komunikasi. Strukturalisme semiotik adalah strukturalisme yang dalam membuat analisis pemaknaan suatu karya sastra mengacu pada semiologi (semiologi adalah tanda-tanda dalam ilmu tentang tanda-tanda ilmu sastra). Strukturalisme pada dasarnya berasumsi bahwa karya sastra merupakan suatu kontruksi dari unsur tanda-tanda dan memandang bahwa keterkaitan dalam struktur itulah yang mampu memberi makna yang tepat. Pada pembacaan atau telaah strukturalisme semiotik dalam skripsi ini menggunakan heruistik yang diberangkatkan telaahnya dari kata-kata, bait sastra dan term-term Al-Qur’an dari ayat-ayat dalam Al-Qur’an.
Secara semantik (yaitu bagian dari tata bahasa yang menyelidiki tentang tata makna atau arti kata-kata dan bentuk linguistik, fungsinya sebagai simbul dan peran yang dimainkan dalam hubungannya dengan kata lain dan tindakan manusia), suatu aturan moral merupakan sebuah sektor dari dunia “tertafsirkan” yang penuh makna ini.
Secara praktis yang penulis lakukan dalam penulisan skripsi ini meliputi beberapa tahapan. Yang pertama mengumpulkan referensi-referensi yang ada. Kedua, mengkomparasikan pendapat mufasir, para pakar dan ahli yang terdapat dalam referensi. Yang ketiga, melakukan proses identifikasi pada data-data yang diperoleh. Keempat, dari data yang sudah diidentifikasi diinterprestasikan sehingga berbentuk sebuah skripsi.

G. Sistematika Pembahasan
Sistematika pembahasan merupakan prasyarat untuk pemahaman terhadap sebuah karya terutama karya ilmiah. Berdasarkan hal ini, untuk
mempermudah pemahaman terhadap skripsi ini, maka dibuat sistematika pembahasan sebagai berikut:
1. Bagian preliminier.
2. Bagian pokok.
3. Bagian akhir.
Bagian preliminier berisi beberapa hal yang bersifat formal seperti judul kajian, persetujuan pembimbing, pengajuan, pengesahan, motto, persembahan, kata pengantar, daftar isi dan abstrak.
Bagian pokok berisi uraian kerangka teori, Proses kajian dan hasil-hasil yang berkaitan dengan tema atau judul skripsi. Bagian ini memberikan gambaran pokok pola pikir ilmiah, bagian ini terdiri dari:
BAB I : Pendahuluan, terdiri dari latar belakang, , rumusan masalah,tujuan penelitian, manfaat penelitian, landasan teori, metode penelitian dan sistematika pembahasan.
BAB II : Pembahasan tentang surat AI-Asr berkisar pada motif diturunkannya surat A1-Ashr dan kandungan inti surat Al-Ashr yang terdiri dari empat point yang penting.
BAB III : Membahas pendidikan yang berkisar pada definisi pendidikan Islam, Ruang Lingkup Pendidikan Islam, tujuan pendidikan Islam dan metode pendidikan baik digali dari pernyataan pakar berpandangan Islami maupun barat.
BAB IV : Membahas pendidikan yang diperlukan dan penafsiran surat Al-Ashr yang menghasilkan tiga hal.
BAB V : Penutup berisi kesimpulan dan saran-saran.
Pada bagian akhir terdiri dari daftar pustaka, lampiran-lampiran. Bagian akhir dari skripsi ini sifatnya komplementatif yaitu melengkapi atau menambah validitas isi skripsi dan kejelasannya.

FDGF

Di tutorial ini kita akan mencoba membuat atau mengaplikasikan Lens Effect pada CORELDRAW (semua versi mulai 11,12,X3,X4), dengan tutorial ini diharapkan kita dapat mengembangkan sendiri dari penggunaan Lens Effect menurut imajinasi kita masing-masing. Langkah-langkahnya sebagai berikut :

Mari kita mulai Tutorial Coreldraw Dasar kali ini:

1. Sudah pasti buka corelDraw dan buat blank page

2. Buatlah beberapa lingkaran seperti gambar dibawah ini

setelah itu seleksi dua lingkaran kiri dan lalu combine (Ctrl+L) lalu beri warna Hitam, dan buatlah satu lingkaran kecil lagi sehingga seperti pada gambar dibawah ini

Groupkan (Ctrl+G) semua lingkaran bagian Kanan, lalu seleksi semua object dan centerkan ( C ).

3. Buat satu lingkaran besar (lebih besar dari lingkaran pertama) dan beri warna putih, letakan sesuai keinginan seperti pada gambar dibawah ini

hilangkan Out Linenya.

4. Transparasikan lingkaran putih tadi dengan menggunakan Transparency tool

Lalu akan keluar submenu diatas, pilih radial


Setelah itu, masukan object Lingkaran putih tadi pada lingkaran hitam dengan menggunakan Power Clip (Effect >> Power Clip >> Place Inside Continer), Letakan Sesuai kehendak, Buatlah object baru berupa persegi dan gunakan Text Tool lalu klikan pada garis(tepat pada garis object)Persegi, tulis sesuka hati, Ungroupkan (Ctrl+U) lingkaran kanan pertama tadi dan seleksilah lingkaran kecil, beriwarna putih dan transparasikan kembali dengan menggunakan Transparency Tool dan pilih linier.

6. Seleksi lingkaran yag tadi satu group dengan lingkaran kecil, lalu klik Effect >> Lens pada menu

Maka akan muncul Docker Window seperti pada gambar dibawah ini

Pilih Magnify, dan sesuaikan Amount dengan keinginan kita, sehingga menjadi seperti pada gambar dibawah ini

Dan kita tinggal mengexportnya menjadi JPEG untuk membuatnya menjadi bitmap
Docker Window : Window yang menampilkan Perintah-perintah yang dapat kita gunakankembali saat kita melakukan editing

Hasilnya:

KAca PEmbesar

Terimakasih dan Semoga bermanfaat, Selamat Mencoba dan Belajar Coreldraw

Artikel ini menjelaskan sedikit permasalahan yang kita alami dalam pencetakan atau print file pada Corel DRAW , mungkin artikel berikut ini bisa menjadi sedikit referensi untuk memaksimalkan hasil print dari CorelDRAW, semoga bermanfaat.

Jika menggunakan effect Drop Shadow pada corelDRAW Drop Shadow atau object dengan transparansi, mungkin akan ditemukan problem dalam hal pencetakan dengan printer komposit (laser printer, inkjet dan sebagainya) meskipun semuanya terlihat baik di monitor, akan tetapi masih saja tidak dapat menghasilkan cetakan yg tepat.

Mengapa hal ini dapat terjadi … ;-(

Cara CorelDRAW memperlakukan transparansi

Di dalam mereproduksi sebuah object yang transparan, CorelDRAW akan membuat gambar bitmap dari object aslinya yang diberi effect Drop Shadow, seperti pada gambar dibawah ini

Sehingga hasil yg didapatkan adalah bahwa Drop Shadow Bitmap akan mempunyai batas pada vektor object.

Color Space Mapping
Pada saat melihat Drop Shadow pada Corel DRAW akan terlihat sempurna apabila dilihat pada monitor, akan tetapi bila dicetak akan menghasilkan hasil yang tidak sesuai dengan apa yang ditampilkan pada monitor. Jawaban dari pertanyaan tersebut akan kita coba membahasnya di bawah ini

Perbedaan alat Output atau Output Device untuk menampilkan reproduksi warna adalah jawaban yang tepat. Monitor mempunyai tiga unsur warna fosfor yang mempunyai tiga warna, yaitu red, green dan blue sering disebut RGB. Sedangkan pada peralatan cetak atau printing device mempunyai teknologi yang berbeda, yaitu mempunyai substraksi warna tinta Cyan, Magenta, Yellow dan Black yang sering disebut CMYK. Karena mempunyai teknik yang betul-betul berlainan dalam mereproduksi warna maka bukan hal yang tidak mungkin bahwa kedua teknik tersebut akan mempunyai cara pandang yang berlainan di dalam mereproduksi suatu warna alam yang ditangkap oleh mata manusia. Pada monitor RGB yang modern mempunyai jangkauan warna yang sangat beragam daripada teknologi printer CMYK, hal inilah yang sering menjadi masalah sangat serius didalam problem pencetakan. Designer harus selalu memakai cara pandang CMYK didalam melakukan kombinasi warnanya, bukan dengan standard RGB yang selalu dilihat dalam layar monitor

Terdapat dua cara untuk menterjemahkan permasalahan warna satu dengan warna yang lain :
1. Gantilah warna yang dekat dengan Output Device daripada yang terlihat pada layar monitor.
2. Berilah skala warna pada object asli untuk menentukan range warna Outputnya. Akan tetapi perbedaan secara relatif pada warna akan selalu ada.
grafik
3. Dua transfer warna secara algoritma dapat dijelaskan pada grafik dibawah ini :
Pada gambar tersebut: S – warna sumber asli, D – warna tujuan, B – range warna yang dapat ditampilkan output device, E – warna output device yang di skalakan dengan warna sumbernya

Saat menggunakan metode 1 (grafik kiri), warna pada daerah B dapat tercetak tanpa ada perubahan. Sedangkan range A dan C dapat diwakili dengan range warna yang mendekati dengan range B. sedangkan apabila menggunakan metode 2 (grafik kanan), semua warna yang ditampilkan akan mempunyai hasil yang khas walaupun tidak sesuai dengan warna aslinya

Metode 1 adalah metode yang paling tepat apabila menggunakan ilustrasi-ilustrasi berbasis vektor yang tidak menurut range warna yang sangat bervariasi. Pada gambar fotografi distorsi warna akan terjadi

Saat CorelDRAW mencetak documment tersebut pada printer komposit, akan menerapkan alogaritma yang kita bahas diatas. Secara defaultnya metode 1 diterapkan pada gambar dengan basis vektor, sedangkan metode 2 banyak digunakan untuk gambar-gambar bitmap

Untuk menanggulangi bencana diatas, dapat diikuti petunjuk dibawah ini :

Convertkan object ke bitmap, dari sini dapat dibuat Drop Shadow lebih bagus, atau cetaklah pada object yang berlainan. Hal penting yang harus diperhatikan adalah, jangan menggabungkan vektor dengan bitmap pada kotak warna yang sama.

Dalam CorelDRAW, aturlah pada menu Tools, pilih Option, Global, Color Management, General dan dapat dilihat pada menu Drop Down dengan nama “Mapping Mode” (“Rendering Intent”). Dan atur pada “Illustration” atau “Pjotographic” (“Saturation” dan “Perceptual”), pastikan jangan memilih “Automatic”.

Pada driver printer, sebagai contoh Canon iP1800 Series gunakan automatic color secara defaultnya pastikan mengatur pada dua metode dari pada type digunakan yang otomatis. Metode 1 sering disebut “Vivid Colors” dan metode 2 disebut “Match Colors On Screen”

Kali ini kita akan BELAJAR membuat teks yang terbakar. Langsung ae.. ikuti langkah-langkahnya berikut ini

Tutorial Photohop ini diarsipkan di ilmugrafis dalam kategori Teks Effect

1 Buat document baru 800 x 600 Pixel

2. Birikan warna Background hitam, kemudian buat teks hingga seperti gambar

3. Kemudian restireze teks dengan cara klik kanan pada layer teks dan pilih restireze, lihat gambar:

4. Kemudian berikan efek wind (Klik Menu Filter > Stylis > Wind ),
atur sesuai gambar: kemudian ulangi lagi efek wind ato bisa langsung tekan Ctrl + F 2x ( untuk mengulangi efek yang terakhir digunakan )

5. Berikan efek wind lagi ( ulangi langkah no 4 ) bedanya pada pengaturan direction (from the right dan from the lift).

Hasilnya kira-kira seperti ini:

6. Ok sekarang kita putar 90 cw ( klik edit  > transfrom > rotate 90 derajat cw ) seperti ini:

7. Nah sekarang kita kasih lagi efek wind (ulangi langkah 4 dan 5 ). Hasilnya:

8. kita rotate kembali agar kembali kesemula yaitu (Klik Edit > Transfrom > Rotate 90 derajat Ccw )

9. Kini tinggal ngasih deh apinya, siapkan korek ya hehe…
sebelumnya kita ubah mode warna ke Grayscale ( klik image > mode > grayscale ), lalu kita ubah lagi ke indexed color ( klik image > mode > indexed color ),

10. Terakhir kita sulut deh apinya dengan color table ( Klik Image > Mode > Color Table ), dan atur sesuai dengan gambar:

HAsilnya Akhirnya:
Teks Api
Awas kebakaran mas!!! Jauhkan dari anak kecil…hehe…

Tutorial Photohop ini diarsipkan di ilmugrafis dalam kategori Teks Effect

SELAMAT MENCOBA….

Kali ini kita akan BELAJAR membuat teks yang terbakar. Langsung ae.. ikuti langkah-langkahnya berikut ini

Tutorial Photohop ini diarsipkan di ilmugrafis dalam kategori Teks Effect

1 Buat document baru 800 x 600 Pixel

2. Birikan warna Background hitam, kemudian buat teks hingga seperti gambar

3. Kemudian restireze teks dengan cara klik kanan pada layer teks dan pilih restireze, lihat gambar:

4. Kemudian berikan efek wind (Klik Menu Filter > Stylis > Wind ),
atur sesuai gambar: kemudian ulangi lagi efek wind ato bisa langsung tekan Ctrl + F 2x ( untuk mengulangi efek yang terakhir digunakan )

5. Berikan efek wind lagi ( ulangi langkah no 4 ) bedanya pada pengaturan direction (from the right dan from the lift).

Hasilnya kira-kira seperti ini:

6. Ok sekarang kita putar 90 cw ( klik edit  > transfrom > rotate 90 derajat cw ) seperti ini:

7. Nah sekarang kita kasih lagi efek wind (ulangi langkah 4 dan 5 ). Hasilnya:

8. kita rotate kembali agar kembali kesemula yaitu (Klik Edit > Transfrom > Rotate 90 derajat Ccw )

9. Kini tinggal ngasih deh apinya, siapkan korek ya hehe…
sebelumnya kita ubah mode warna ke Grayscale ( klik image > mode > grayscale ), lalu kita ubah lagi ke indexed color ( klik image > mode > indexed color ),

10. Terakhir kita sulut deh apinya dengan color table ( Klik Image > Mode > Color Table ), dan atur sesuai dengan gambar:

HAsilnya Akhirnya:
Teks Api
Awas kebakaran mas!!! Jauhkan dari anak kecil…hehe…

Tutorial Photohop ini diarsipkan di ilmugrafis dalam kategori Teks Effect

SELAMAT MENCOBA….

Berikut Langkah-langkahnya:
1. Buat file baru
File > New dengan ukuran (Width : 450 px dan Height : 170 px)

2. Buat sebuah teks menggunakan HORIZONTAL TYPE TOOL
Hasilnya…

Kemudian Atur jenis Fonts dan Ukuran sesuai dengan selera kamu…
Disini saya menggunakan kata Digital dengan font Script MT Bold
Hasilnya:

Atau anda ingin font yang lain? bisa manfaatkan dengan search engine –> Keyword Download Fonts

3. Buka file gambar yang ingin kamu jadikan FILL dalam teks
Caranya: File > Open (pilih gambar) > Open Kamu bisa gunakan gambar apapun yang kamu suka.
disini anda bisa Gunakan Gambar ini sebagai latihan

Klik kanan gambar lalu pilih Save image As…
Atau gunakan gambar lain dengan mencari di searh engine… Keyword Wallpapers

4. Masukkan gambar yang sudah kamu pilih ke dalam layar kerja yang kita kerjakan tadi.
Caranya: Gunakan MOVE TOOL Klik Kanan + Tahan pada gambar > Tarik > Masukan Kedalam Layar kerja yang kita kerjakan. Atur ukuran gambar sehingga sesuai dengan ukuran Teks yang telah kamu buat

Pindahkan Gambar ke Kanvas Tulisan

5. Perhatikan pada WINDOW LAYER

Pastikan posisi Layer Gambar berada diatas Layer Teks
Tekan dan Tahan tombol ALT
kemudian arahkan kursor diperbatasan antara Layer gambar dan Layer Teks (ditandai garis biru pada gambar diatas), jika posisi kursor telah pas otomatis kursor akan berubah (lihat simbol yg lingkari merah pada gambar diatas), kemudian kamu tinggal KLIK. Jika langkah kamu benar maka gambar akan masuk kedalam Teks
Hasilnya:

Digital By Irvan F

Terima Kasih

Selamat Mencoba dan Semoga Bermanfaat.. (Salam Irvan)

Hasil Pemilu 2009

Ditulis pada April 9, 2009 oleh solocybercity

Berikut Link Hasil Pemilu 2009 diklik langsung ke hasil perhitungan suara terupdate, silahkan disedooot….

* pemilu.detiknews.com/quickcount
* pemilu.detiknews.com/jumlahsuara
* tvone.co.id/pemilu2009/quickcount
* politik.vivanews.com/pemilu/tabulasi
* politik.vivanews.com/quickcount/detail/lp3es
* pemilu.okezone.com/kpu
* pemilu.okezone.com/lp3es
* metrotvnews.com

Hasil Perhitungan Sementara Pemilu 2009

DIarsipkan di bawah: iseng-iseng | yang berkaitan: 2009, berita, Berita Pemilu 2009, Damai, hasil, hasil pemilihan, hasil pemilihan suara, hasil pemilihan suara 2009, Hasil Pemilu, Hasil Pemilu 2009, hasil pemilu indonesia 2009, Hasil Pemilu Legislatif, Hasil Pemilu Legislatif 2009, hasil pemilu2009, hasil penghitungan suara pemilihan, hasil perhitungan, hasil perhitungan suara 2009, hasil perhitungan suara pemilu 2009, hasil sementara, hasil suara pemilu 2009, hasilpemilu, hasilpemilu 2009, indonesia, info pemilu, informasi, informasi hasil pemilu, jumlah suara, Kampanye, Kampanye Damai Pemilu Indonesia 2009, Komisi Pemilihan Umum, KPU, Lembaga Survei Indonesia, Lembaga Survei Nasional, Lingkaran Survei Indonesia, pemilihan, pemilihan suara, pemilihan umum, Pemilu, Pemilu 2009, pemilu2009, penghitungan, penghitungan hasil pemilu, penghitungan suara pemilihan, Perhitungan, perhitungan hasil pemilu, perhitungan suara, Rekapitulasi, Rekapitulasi Suara KPU, suara

2gintung7/03/2009 18:28 – Banjir Liputan6.com, Tangerang: Proses evakuasi terhadap korban jebolnya tanggul Situ Gintung di Cirendeu, Tangerang, Banten, masih berlanjut. Hingga Jumat (27/3) sore tercatat 58 korban meninggal. Jenazah disemayamkan di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Ahmad Dahlan dan Universitas Muhammadiyah Jakarta. Diperkirakan korban meninggal masih akan terus bertambah mengingat masih banyak orang menanyakan nasib anggota keluarganya yang belum diketahui. Sejauh ini korban selamat yang terluka dibawa ke Rumah Sakit Fatmawati, Jakarta Selatan. Sedangkan korban selamat menginap di tenda-tenda yang didirikan Palang Merah Indonesia [baca: Kawasan Situ Gintung Rata dengan Tanah]. Sebelumnya, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Wakil Presiden Jusuf Kalla yang mendatangi lokasi kejadian berjanji akan membantu korban di antaranya dengan merelokasi tempat tinggal. “Pemerintah menjamin semua yang meninggal mendapatkan santunan. Dan juga perbaikan rumah,” ujar Wapres [baca: Presiden SBY Tinjau Situ Gintung]. Selain dekat dengan permukiman warga, Situ Gintung juga dimanfaatkan sebagai kawasan wisata. Lokasi ini biasanya ramai saat liburan sekolah dan akhir pekan. Terdapat arena outbond atau berkemah. Bahkan dilengkapi restoran dengan pemandangan menghadap ke Situ Gintung. Bendungan Situ Gintung jebol dini hari tadi. Air menerjang ratusan rumah di saat para penghuninya masih terlelap. Hal ini membuat warga yang tinggal di sekitar situ tak sempat menyelamatkan diri. Bahkan dampak dari terasa hingga radius dua kilometer. Ratusan rumah dan mobil mewah Di Perumahan Cirendeu Permai juga terendam banjir bercampur lumpur [baca: Tanggul Situ Gintung Jebol, 32 Orang Tewas].(YNI/Tm Liputan 6 SCTV)

Melalui tulisan ini, saya ingin mengajak Anda untuk memahami teori dasar mengenai shalat khusyu’ dan melatih sikap-sikap yang diperlukan ketika kita shalat. Latihan-latihan yang ada di dalam buku ini sangat penting untuk dilakukan. Rangkaian kata dan kalimat pada tulisan tidak akan mampu menjelaskan dengan baik apa yang saya rasakan. Dengan melakukan latihan, diharapkan Anda dapat merasakan suasana-suasana khusyu’ yang diperoleh dari sikap-sikap tersebut sehingga akan lebih memahami apa yang saya utarakan. Seperti halnya jika kita ingin menjelaskan rasanya durian kepada orang Rusia yang belum pernah makan buah durian sama sekali. Peluang terjadinya perbedaan persepsi sangat besar karena keterbatasan perbendaharaan kata, perbedaan idiom dan perbedaan pengetahuan. Rasa buah durian menjadi mudah dipahami dan tidak ada perbedaan persepsi, jika kita meminta dia untuk ikut memakannya. Karena itu, latihan harus dilakukan pada tiap-tiap tahapan sebelum Anda melanjutkan bacaannya. Jangan dilewatkan begitu saja. Latihan-latihan tersebut dilakukan di luar shalat. Setelah kita paham bagaimana melakukannya, maka kita tinggal

membawanya dalam shalat. Tidak ada dalil ataupun teori baru yang melandasi latihan-latihan tersebut. Saya yakin Anda pernah mendengarnya, hanya mungkin jarang dipraktekkan dalam kegiatan shalat.
Tulisan ini akan lebih berdaya guna jika Anda dapat menyelesaikan seluruh bacaan dan latihannya dalam satu kesempatan sekaligus. Karena itu, lakukanlah persiapan sebelum membaca halaman-halaman berikut ini. Luangkan waktu sekitar 2 jam, kenakan pakaian yang bersih dan carilah tempat yang tenang sehingga Anda dapat melakukannya dengan baik. Sebaiknya Anda berwudhu dulu, sehingga setelah selesai membaca, Anda dapat langsung mencobanya dengan melakukan shalat sunnah.
Mudah-mudahan Allah berkenan menurunkan rasa khusyu’ itu kepada kita semua.

Kita sering mengasosiakan khusyu’ dengan kontemplasi, semedi atau meditasi yang biasa dilakukan dalam praktek ritual agama lain. Kita menjadi lupa untuk menggali bagaimana Al Qur’an menjelaskan mengenai khusyu’ itu.
Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu’, (yaitu) orang-orang yang meyakini, bahwa mereka akan menemui Tuhannya, dan bahwa mereka akan kembali kepada-Nya. (QS Al Baqarah [2] 45-46).
Dari kedua ayat tersebut, dapat disimpulkan khusyu’ bukanlah konsentrasi, tetapi keyakinan sedang menghadap Allah.
Keyakinan sangat mempengaruhi sikap seseorang. Orang yang yakin di pohon kamboja ada hantunya, maka dia akan ketakutan jika malam-malam lewat di bawahnya. Sebaliknya, jika orang tersebut berkeyakinan pohon kamboja adalah pohon yang indah, maka orang tersebut justru menemukan kesenangan di bawahnya. Dia akan memungut bunga-bunga yang berguguran untuk diselipkan ditelinga, dibuat rangkaian bunga atau diletakkan mengapung diatas kolam air.
Sebetulnya, kata yang sering diterjemahkan sebagai “yakin” pada ayat di atas bukanlah berasal kata “yaqin” tetapi dari berasal kata “zon” – yazunnuuna. Zon sebetulnya lebih sering diterjemahkan sebagai “sangkaan” sebagaimana halnya kata “husnuzon” dan su’uzon”. Ada pula mengartikan sebagai “menduga dengan kuat”. Yang pasti, tingkat keyakinan atau kepastian akan terjadinya sesuatu yang menggunakan kata “zon” berada dibawah kata “yaqin”. Jika kata “yaqin” bisa dikatakan 90%-100% sesuatu itu akan terjadi, maka kata “zon” tingkat kepastiannya mungkin hanya sekitar 70%-90% 1.
Dalam tata bahasa Arab, berdasarkan waktu berlangsungnya suatu kegiatan, kata kerja terdiri dari 2 bentuk, yaitu fi’il maadhi dan fi’il mudhaari’. Fiil maadhi merupakan kata kerja bentuk lampau (past) sedang fiil mudhaari’ adalah kata kerja untuk kegiatan yang sedang berlangsung saat ini (present continuous), masa depan (future) dan juga untuk kegiatan yang berulang-ulang. Kata kerja yang ada pada surat Al Baqarah ayat 46, yaitu “yazunnuu” menggunakan fi’il mudhaari’.
Kata “menemui” (mulaaquu) dan “kembali” (raaji’uun) adalah kata pelaku dari kegiatan tersebut (isim fa’il), sama dengan kata “orang-orang yang khusyu’ “ (khaasyi’un). Kata ini tidak menunjukkan kapan waktu kegiatan tersebut dilakukan. Bisa lampau, sekarang ataupun yang akan datang. Kebanyakan terjemahan Al Qur’an dalam bahasa Indonesia, memilih menterjemahkannya “khaasyi’un” (orang yang khusyu’) tanpa menggunakan kata “akan”,

sedang kata “muulaquu” (orang yang menemui) dan “raaji’uun” (orang yang kembali) dengan tambahan kata “akan” (masa yang akan datang). Salah satu pertimbangannya “menemui Tuhan” dan “kembali kepada-Nya” hanya mungkin terjadi “nanti” di akherat. Jika demikian, lalu ketika shalat kepada siapa dia menghadap?.
Dalam beberapa hadits, tampak bahwa Nabi menjaga sikapnya ketika sedang shalat. Beliau berpendapat ketika shalat sesungguhnya orang sedang berhadapan dengan Allah, seperti halnya ketika Beliau mi’raj. Karena itu, Beliau melarang orang yang sedang shalat meludah ke depan, memberi tanda batas tempat shalatnya (sutrah) dan mencegah orang melewatinya.
Allah Ta’ala tetap (senantiasa) berhadapan dengan hambaNya yang sedang shalat dan jika ia mengucap salam (menoleh) maka Allah meninggalkannya. (HR. Mashobih Assunnah)
Nabi juga telah mengajarkan caranya agar kita dapat “menemui” dan “kembali” kepada Allah sebagaimana yang dimaksudkan dalam Al Baqarah 46. Petunjuknya dikemas ringkas dalam doa iftitah yang dibaca di awal shalat, setelah takbiratul ihram. Jadi ketika kita baru memulai shalat, kita selalu diingatkan Beliau tentang apa yang harus dilakukan di dalam shata agar kita menjadi orang yang khusyu’.
Aku hadapkan wajahku kepada wajah Tuhan yang menciptakan langit dan bumi, dengan lurus dan berserah diri .
Sesungguhnya ibadahku, shalatku, hidup dan matiku hanyalah untuk Allah Tuhan semesta alam ..
Kita hanya perlu memiliki sangkaan/keyakinan sehingga bisa bersikap untuk menghadapkan diri kita kepada Allah dengansadar dan rela mengembalikan seluruh jiwa raga kita kepada Allah. Karena itu, menurut saya, lebih tepat jika arti khusyu’ dalam Al Baqarah ayat 46 diatas diterjemahkan sebagai :
Orang-orang yang (bersikap) seolah-olah, mereka sedang menemui Tuhannya, dan seolah-olah mereka sedang kembali (berserah diri) kepada-Nya.
Kata khusyu’ sendiri disebutkan di dalam Al Qur’an pada 16 ayat 2. Makna bahasanya berkisar pada hina/menunduk, rendah/ tenang, ketakutan, kering/mati, seperti:
1. Hina dan menunduk
“Banyak muka pada hari itu tunduk terhina”. (QS. Al Ghaasyiyaah [88]:2).
“Pandangannya tunduk”. QS. (An-Naazi’aat [79]: 9).

“Sambil menundukkan pandangan-pandangan mereka keluar dari kuburan seakan-akan mereka belalang yang beterbangan” QS. (Al Qamar [54]: 7).
2. Rendah dan tenang
“. Dan merendahlah semua suara kepada Rabb Yang Maha Pemurah, maka kamu tidak mendengar kecuali bisikan saja”. (QS. (Thaahaa [20]: 108).
3. Merendahkan dan menundukkan diri
“Kalau sekiranya Kami turunkan Al-Quran ini kepada sebuah gunung, pasti kamu akan melihatnya tunduk terpecah belah disebabkan ketakutannya kepada Allah. Dan perumpamaan-perumpamaan itu Kami buat untuk manusia supaya mereka berfikir”. (QS. Al Hasyr [59] : 21).
“(dalam keadaan) pandangan mereka tunduk ke bawah, lagi mereka diliputi kehinaan. Dan sesungguhnya mereka dahulu (di dunia) diseru untuk bersujud, dan mereka dalam keadaan sejahtera”. (QS. Al Qalam [68] : 43).
4. Kering dan mati
“Dan diantara tanda-tanda kekuasaaan-Nya (ialah) bahwa engkau lihat bumi kering dan gersang, maka apabila Kami turunkan air diatasnya, niscaya ia bergerak dan subur”. (QS. Fushshilat [41]: 39).
Berdasarkan ayat-ayat tersebut diatas, maka untuk mendapatkan rasa khusyu’ kita hanya perlu bersikap seolah-olah ketika shalat kita sedang berhadapan dengan Allah dan berserah diri kepada Nya. Sikap yang patut kita lakukan ketika menghadap Allah adalah tenang, menundukkan pandangan dan merendahkan diri serendah-rendahnya. Sikap yang sepatutnya dilakukan oleh seorang hamba yang hina dihadapan Tuhan semesta alam, Tuhan Yang Maha Agung. Seperti sikap bumi yang kering kerontang dimusim kemarau mengharapkan pertolongan dari Allah swt dalam bentuk curahan hujan agar dapat kembali subur makmur.

Tulisan Sebelumnya »

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.